Hari-hari Bulan Februari
Dimulai hari ini awal
Februari yang menyebalkan , aku ngga nyangka banget kalau ada ular yang
melingkar di kolong tempat tidurku . Sontak aku kaget bukan main . Kusuruh kakek
untuk membuangnya . Hiiii…benar-benar mengerikan . Hari-hari sepanjang Februari
awal ini sangat tidak menyenangkan.
Yipppii…aku hari ini bangun
pagi sekali, pukul 3 pagi aku sudah bangun. Karena ada bola aku bangun sepagi
ini, hanya untuk melihat klub kesayanganku bermain. Mungkin sebagai wanita,
kebiasaanku ini kaadng ditentang oleh keluargaku, tapi mau bagaimana lagi aku
sudah terlanjur menyukai olahraga ini sejak dulu, akhirnya mereka memakluminya
dan terbiasa oleh hobiku ini. Pagi ini selesai nonton bola akupun bergegas ke
sekolah, di jalan bertemu dengan Anis, ya..dia teman baikku dari dulu. Namun
ada yang membuatku sedih tiap kali berjumpa dia . Karena himpitan ekonomi ,dia
tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA .Padahal dia adalah anak yang cerdas
waktu dulu di SD , dia selalu mendapat juara. Tuhan kenapa engkau biarkan hidup
sahabtku seperti ini ? Dan sekarang dia sudah bekerja menjadi seorang baby sister. Aku yakin suatu saat pasti dia dapatkan yang dia inginkan.
Pertengahan Februari aku
mulai dengan hal-hal yang biasa saja..entahlah kenapa hidupku terasa sangat
membosankan. Ketidak percayaan diri dan tidak adanya motivasi dari siapapun
membuatku menjadi seolah kecil sekali di dunia ini. Rasanya sungguh sangat tak
ada lagi harapan yang kuinginkan. Hidupku sangat berbeda saat ini . Dimulai
dari kematian Ayahku 10 tahun silam.
Membuatku semakin terpuruk, ekonomi keluarga kami tak menentu semenjak
kepergian ayah. Ibuku lah yang menjadi tulang punggung keluarga dengan anak
–anak nya yang masih kecil. Terharunya aku saat ibuku bisa sendirian
membesarkanku smpai saat ini kelas 1 SMA dan adikku kelas 6 SD.
Sekarang aku sudah 16 tahun, berati sudah saatnya aku memikirkan cara
untuk membahagiakan ibuku dan menjadi panutan untuk adikku. Tapi itu semua
belum bisa kulakukan, malah semakin hari aku seperti semakin mengecewakan
ibuku. Ada hal yang membuat ibuku bangga padaku, semester 1 yang lalu aku
mendapatkan rangking 1 di kelas. Ibuku sangat senang waktu itu, sungguh hal
yang sangat ku ingin lihat dan rasakan, yaitu kebahagiaan ibuku.
Merasa sangat meriang di pagi ini,
rasanya tidak kuat beranjak dari tempat tidur. Ingin bangun untuk mengambil air
wudhu tapi badan sakit semua, gara2 latihan dance kemarin. Latihan itu
benar-benar menguras energiku. Semoga nanti hasil saat lomba bisa memuaskan.
Wah….ternyata eh ternyata! Lomba dance batal. Oh Tuhan! Capek latihan hampir 1
minggu dan badanku sakit semua, akhirnya dance ini gagal? Sungguh mengecewakan.
Kutanya dengan guruku rupanya si pelatih dance itu adalah seorang pembohong.
Entahlah apa tujuan dia melakukan hal seperti ini. Rasanya ingin sekali marah.
Tapi dengan siapa? Sungguh malang nasibku!
Lupakan masalah dance! Dan
kini ada hal baru yang lebih baik di hariku selanjutnya.
Tak disangka dan diduga aku bertemu teman lamaku lagi. Aline namanya, dia
adalah teman SD yang sangat baik padaku dan dia bisa dikatakan sebagai teman
terbaikku. Dari SMP dia memang sudah bersekolah di Bandung sehingga kami tidak
bisa bertemu lagi. Tapi hari ini dia menagtakan lewat SMSnya kalau dia sedang berada
di Wonogiri dan ingin bertemu denganku. Aku pun dengan bahagia mengiyakan
keinginannya. Kami bertemu di lapngan dekat rumahku tempat kita sering bermain
dulu. Aku tunggu lama sekali dia belum juga dating. ‘’aggh..jangan-jangan ia
tak datang?”gumamku dalam hati.
Tak lama kemudian ada lambaian tangan mengarah padaku. Ya..betul itu si
Aline, dia tambah cantik tapi badannya tambah gemuk, kulitnya pun semakin putih
bersih. Maklum tinggal di kota. “Maaf Cut aku terlambat, tadi aku masih beradaa
di rumah nenek” ucapnya terengah-engah. “oh tidak apa-apa line..” ucapku
menenangkan.
Kami ngobrol seharian penuh, tak sadar jika hari telah sore. Akhirnya
Aline pamit pulang sekaligus pamit berpisah karena besok dia sudah akan pulang
ke Bandung. Sebeum pulang ia memberikan sebauh bingkisan untukku “buka saja
dirumah ya!” bisiknya. Dan ia pun pergi,” terimakasih aline!!!” teriakku. Aku akan selalu
mengingatmu sahabat, selalu dalam hatiku.
28 Februari , hari terakhir
di bulan yang indah ini. Telah banyak cerita sedih, senang, bahagia yang
mengisi hari-hariku. Dan tentunya ini menjadi suatu alasan kenapa setiap
manusia memiliki hal-hal yang berbeda-beda dalam hidupnya?Krena setiap hari
mereka adalah anugrah dari yang kuasa yang harus selalu dilalui dengan ikhlas. Kuakhiri
hari ini dengan sebuah cerita yang mungkin akan membuatku lebih baik untuk ke
depan. Tadi siang sepulan sekolah aku bertemu dengan anak sebaya dengan adikku,
ia sepertinya tak sekolah dan ia membantu ibunya berjualan bumbu dapur di
pasar. Saat itu aku muali berfikir. Inilah hidup yang harus dijalani dan
disyukuri, apakah aku bisa menerima saat aku menjadi seperti anak itu? Aku yang
selalu mengeluh dengan sesuatu yang tak
kuiginkan pun sadar setelah aku mengetahui hal itu. Hidup adalah perjuangan, maka
hari-hariku yang kuisi dengan hal-hal negatif harus kuubah, agar aku mrnjadi
orang yang lebih baik dan mmiliki hati yang besar untuk menjalani kehidupanku.
Karya: Cut Iska Fiana X.1 (SMA PANCASILA)